Kompilasi Desain Terbuka Retas Budaya GLAM 2020

Retas Budaya


Goethe-Institut Indonesien dan Komunitas Gimpscape ID mengadakan Kontes Kompilasi Desain Terbuka di serangkaian acara ‘Retas Budaya’ yang sekaligus agenda tahunan Komunitas Gimpscape #OctoBrush. Agenda Retas Budaya diadakan pada tanggal 6 – 8 November 2020 secara daring live di YouTube. Tujuan dari kontes ini adalah untuk memperkenalkan dan mendorong penggunaan ulang data budaya terbuka dari institusi GLAM (galeri, perpustakaan, arsip, museum).

Agenda Kompilasi Desain Terbuka yang berlangsung selama tanggal 1 – 31 Oktober 2020 ini diikuti oleh 29 desainer grafis pemakai software Free and Open Source dari seluruh Indonesia. Untuk melihat karya para desainer ini dapat dilacak dengan tagar #octobrush2020 di Instagram. Enam finalis yang terpilih ditugaskan untuk mempresentasikan proses kreatif dari pembuatan karya berupa katalog yang telah dibuat. Berikut daftar karya-karya dari enam finalis:

  1. “Lembar-lembar Perjuangan Bangsa” oleh Ryan W. Januardi dari Pasuruan, Jawa Timur
  2. “Mengenal Seniman dari Beragam Bangsa” oleh Ermind Alita dari Sidoarjo, Jawa Timur.
  3. “Katalog Digital Indonesian Islamic Art Museum”, oleh Hadiid Pratama dari Bekasi.
  4. “Indonesian Heritage Museum” oleh Ferry Hidayat dari Kota Gajah, Lampung Tengah.
  5. “Sejak 1966 Madjalah Sastra” oleh Ria Amelia dari Tanah Bambu, Kalimantan Selatan.
  6. “Galeri Mataram Islam Abad ke-16 – 17 di History of Java” Museum oleh Daru Nur Dianna dari Karanganyar, Jawa Tengah.

Video live presentasi proses kreatif dalam pembuatan karya desain katalog dari para finalis, dapat disaksikan di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=Ulop3gWzvlQ
Festival Retas Budaya mempertemukan institusi GLAM dengan pelaku industri kreatif dan pegiat teknologi untuk menghasilkan kolaborasi dan inovasi dari data budaya terbuka. Ada empat kategori lomba, yakni: 1) Cerita dari Data; 2) Gim dari Data; 3) Kompilasi Desain Terbuka 4) Sains Warga & Data Terbuka. Acara ini diharapkan dapat membantu institusi budaya mencapai misinya untuk melayani publik melalui kolaborasi dan teknologi digital. Partner agenda ini adalah Kemendikbud, Asosiasi Game Indonesia (AGI), Wikimedia Indonesia, LIPI, dan Elex Media Komputindo. Selain itu juga berkerja sama dengan Kompas, Lokadata, dan Siasat Partikelir.

Direkomendasikan untuk menyaksikan materi berkualitas lainnya seperti “The Future of Open Glam” dari Katrin Glinka dari Jerman, atau “Open Culture & Copyright in Europe”; “Citizen Science & GLAM” dan lain-lain, di kanal Channel YouTube ‘Goethe-Institut Indonesien’. Goethe-Institut (bahasa Jerman: ˈɡøːtə ɪnstiˈtuːt) adalah lembaga non-profit yang beroperasi di seluruh dunia, untuk mempromosikan belajar bahasa Jerman ke luar negeri serta mendorong perubahan dan relasi antarbudaya. [DND]


0 Komentar:

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *